Hari itu akhirnya tiba. Setelah berminggu-minggu rutin menyuntikkan hormon stimulasi, dokter menyatakan sel telur Anda sudah matang dan siap dipanen. Jadwal tindakan OPU (Ovum Pick Up) pun ditentukan.
Bagi banyak pasien Bayi Tabung (IVF), mendengar kata “operasi” atau “kamar bedah” bisa memicu kecemasan luar biasa. Bayangan tentang pisau bedah, rasa sakit, dan lampu sorot yang silau seringkali menghantui.
Namun, faktanya OPU adalah prosedur invasif minimal yang relatif cepat dan aman. Apa sebenarnya yang terjadi di balik pintu tertutup kamar operasi tersebut?
Berikut adalah 5 tahapan prosedur yang perlu Anda ketahui agar lebih tenang menjalaninya:
1. Bukan Operasi Bedah Perut (Tanpa Sayatan)
Kekhawatiran terbesar pasien biasanya adalah: “Apakah perut saya akan dibedah/disayat?” Jawabannya: Tidak sama sekali.
OPU tidak dilakukan dengan membelah perut seperti operasi Caesar. Dokter menggunakan alat USG Transvaginal (seperti USG yang biasa Anda lakukan saat kontrol), namun dilengkapi dengan perangkat jarum halus khusus (needle guide). Jarum ini akan masuk melalui jalur vagina, menembus dinding vagina sedikit, dan langsung menuju indung telur untuk menyedot cairan folikel yang berisi sel telur. Jadi, tidak ada bekas luka jahitan di perut Anda setelahnya.
2. Anda Akan “Tidur Pulas” (Bius/Sedasi)
“Apakah sakit saat jarumnya masuk?” Anda tidak akan merasakan apa-apa. Di Nusraya IVF, kenyamanan pasien adalah prioritas.
Sebelum tindakan dimulai, Dokter Spesialis Anestesi akan memberikan obat bius melalui infus di tangan. Jenis bius yang umum digunakan adalah Sedasi Dalam (bius tidur), bukan bius total berat seperti operasi besar. Anda akan tertidur pulas, rileks, dan bebas nyeri selama prosedur berlangsung. Saat Anda bangun nanti, semuanya sudah selesai seolah hanya sekejap mata.
3. Durasi Tindakan Sangat Singkat
Jangan bayangkan Anda akan berada di meja operasi berjam-jam. Proses penyedotan sel telur itu sendiri sebenarnya berlangsung sangat cepat, rata-rata hanya memakan waktu 15 hingga 30 menit, tergantung seberapa banyak jumlah folikel telur yang Anda miliki.
Semakin banyak telur, mungkin butuh waktu sedikit lebih lama. Namun secara umum, ini dikategorikan sebagai One Day Care Surgery, artinya Anda tidak perlu rawat inap berhari-hari dan bisa pulang di hari yang sama.
4. Peran Suami di Waktu yang Sama
Saat Anda sedang menjalani prosedur OPU di kamar operasi, suami juga memiliki “tugas negara” yang tak kalah penting.
Hampir bersamaan dengan waktu pengambilan telur istri, suami akan diminta untuk mengeluarkan sampel sperma segar di ruangan khusus (sperm collection room). Sperma ini akan langsung dibawa ke laboratorium andrologi untuk dicuci (sperm washing) dan dipilih yang terbaik. Jadi, pastikan suami juga menjaga kondisi fisiknya (cukup tidur dan tidak merokok) menjelang hari H OPU.
5. Pemulihan dan “Laporan Hasil Panen”
Setelah tindakan selesai, Anda akan dibawa ke ruang pemulihan (Recovery Room). Anda mungkin akan merasa sedikit pusing (efek sisa obat bius) atau kram perut ringan mirip nyeri haid. Ini sangat wajar.
Setelah sadar penuh (biasanya 1-2 jam kemudian) dan diberi makan minum, dokter atau perawat akan datang membawa kabar yang paling ditunggu: Jumlah Telur. Anda akan diberitahu berapa banyak sel telur yang berhasil diambil. Ingat, jumlah yang diambil belum tentu sama dengan jumlah embrio yang jadi, karena sel telur tersebut harus dikawinkan dulu dengan sperma suami.
Kesimpulan
Tindakan OPU adalah gerbang utama mempertemukan sel telur Ibu dan sperma Ayah. Rasa takut itu manusiawi, tapi percayalah bahwa tim medis kami telah mempersiapkan segalanya agar prosedur ini berjalan senyaman mungkin bagi Anda.
Persiapkan mental, berdoa, dan percayakan prosesnya pada dokter spesialis di Nusraya Fertility Center. Kami siap membantu Anda melewati tahap krusial ini demi menjemput sang buah hati.