WA Reservasi : +62811 4770 8882 • 09.00 – 19.00 WITA

RSIA Paramount Makassar Lantai 1 • Jl. A.P. Pettrani No. 82

TENTANG LAPAROSKOPI

Laparoskopi untuk Evaluasi
dan Penanganan Gangguan Reproduksi

Apa itu Laparoskopi?

Laparoskopi adalah prosedur yang dilakukan dengan memasukkan kamera kecil melalui sayatan pada area perut. Kamera tersebut membantu dokter melihat kondisi rahim, ovarium, saluran tuba, dan jaringan di sekitarnya secara lebih jelas.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat melakukan evaluasi sekaligus tindakan penanganan dalam prosedur yang sama.

Dibandingkan operasi terbuka pada kasus yang sesuai, laparoskopi menggunakan sayatan yang lebih kecil. Pendekatan ini dapat memberikan beberapa manfaat, seperti:

Manfaat dan waktu pemulihan dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung pada kondisi medis dan jenis tindakan yang dilakukan.

Kapan Laparoskopi Dapat Dipertimbangkan?

Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika jaringan menyerupai lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri menstruasi berat, nyeri panggul, nyeri saat berhubungan seksual, perlengketan, dan gangguan kesuburan.

Kista Ovarium

Tindakan laparoskopi dapat dipertimbangkan untuk jenis, ukuran, atau karakteristik kista tertentu. Dokter akan menilai kondisi kista sekaligus mempertimbangkan kesehatan jaringan ovarium.

Gangguan Saluran Tuba

Laparoskopi dapat membantu mengevaluasi kondisi saluran tuba, termasuk sumbatan tuba, hidrosalping, kerusakan tuba, atau masalah setelah kehamilan ektopik.

Perlengketan Organ Reproduksi

Perlengketan dapat terjadi akibat endometriosis, infeksi panggul, atau riwayat operasi. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dan memengaruhi fungsi organ reproduksi.

Miom Tertentu

Penanganan miom dengan laparoskopi dapat dipertimbangkan berdasarkan ukuran, jumlah, posisi miom, keluhan pasien, dan rencana kehamilan.

Nyeri Panggul Kronis

Pada pasien dengan nyeri panggul yang berulang dan belum diketahui penyebabnya, laparoskopi dapat menjadi salah satu pilihan pemeriksaan setelah evaluasi awal dilakukan.

Laparoskopi dan Program Kehamilan

Pada pasien tertentu, PRP ovarium atau secretome ovarian dapat dibahas sebagai terapi tambahan yang masih terus diteliti. Keduanya bukan pengganti program bayi tabung maupun penanganan standar untuk gangguan fungsi ovarium.

Setelah pemeriksaan, dokter dapat merekomendasikan observasi, pengobatan, laparoskopi, inseminasi, program bayi tabung, atau pilihan penanganan lain sesuai kondisi pasangan.

Di Nusraya Fertility Center, hasil evaluasi laparoskopi dapat digunakan untuk membantu menyusun langkah program kehamilan berikutnya secara lebih terarah.

PRP Ovarium dan Secretome Ovarian melalui Laparoskopi

Pada pasien tertentu, PRP ovarium atau secretome ovarian dapat dibahas sebagai terapi tambahan yang masih terus diteliti. Keduanya bukan pengganti program bayi tabung maupun penanganan standar untuk gangguan fungsi ovarium.

Apa Itu PRP Ovarium?

PRP atau Platelet-Rich Plasma dibuat dari darah pasien sendiri yang diproses untuk memperoleh plasma dengan konsentrasi trombosit lebih tinggi. PRP mengandung berbagai faktor biologis yang sedang diteliti pengaruhnya terhadap lingkungan jaringan ovarium.

Kondisi yang dapat menjadi bahan diskusi meliputi:

  • Cadangan ovarium menurun.
  • Respons ovarium rendah pada stimulasi bayi tabung.
  • Riwayat jumlah sel telur yang sedikit pada program sebelumnya.
  • Insufisiensi ovarium prematur pada kasus terpilih.

Hasil penelitian PRP ovarium masih belum konsisten. Beberapa penelitian melaporkan perubahan jumlah sel telur, tetapi uji klinis lain tidak menemukan peningkatan sel telur matang, kualitas blastokista, ataupun hasil kehamilan. Karena itu, PRP ovarium belum direkomendasikan untuk penggunaan rutin.

Apa Itu Secretome Ovarian?

Secretome merupakan kumpulan molekul bioaktif yang dilepaskan oleh sel dalam proses kultur, seperti protein, faktor pertumbuhan, sitokin, dan vesikel ekstraseluler. Secretome tidak sama dengan pemberian stem cell hidup sehingga sering disebut sebagai pendekatan cell-free therapy.

Penggunaannya pada jaringan ovarium sedang diteliti untuk mengetahui potensinya dalam mendukung lingkungan mikro ovarium. Namun, bukti yang tersedia masih didominasi penelitian laboratorium dan hewan. Efektivitas, dosis, keamanan jangka panjang, dan manfaatnya terhadap kehamilan manusia belum dapat dipastikan.

Pemberian melalui laparoskopi memungkinkan dokter melihat ovarium secara langsung. Namun, karena laparoskopi tetap merupakan tindakan operasi dengan anestesi, metode ini tidak dilakukan secara otomatis hanya untuk pemberian PRP atau secretome. Keputusan harus berdasarkan evaluasi individual, manfaat potensial, risiko, serta persetujuan pasien setelah memperoleh penjelasan lengkap.

Langkah Mudah

Bagaimana Prosesnya di Nusraya?

Kami memahami bahwa perjalanan menuju kehamilan seringkali penuh pertanyaan. Karena itu, Nusraya merancang alur yang jelas, sederhana, dan menenangkan — agar Anda tahu setiap langkah yang akan dijalani bersama kami.

1. Konsultasi Awal

Temui dokter spesialis kami.

2. Pemeriksaan

Lakukan rangkaian pemeriksaan

3. Program Fertilitas

Ikuti program yang sesuai.

dimulai dari satu langkah kecil

Setiap Harapan Layak Diperjuangkan

Di Nusraya, kami percaya bahwa setiap pasangan berhak memiliki kesempatan terbaik untuk mewujudkan impian memiliki buah hati — dengan dukungan penuh kehangatan dan keahlian medis yang terpercaya.