“Dulu waktu anak pertama, sekali coba langsung jadi. Kok sekarang giliran mau adiknya, sudah bertahun-tahun kosong?”
Kalimat di atas adalah keluhan yang sangat umum didengar di ruang konsultasi dokter kandungan. Banyak pasangan merasa bingung dan stres karena menganggap diri mereka “subur-subur saja” karena sudah pernah memiliki anak sebelumnya.
Dalam dunia medis, kondisi ini disebut Infertilitas Sekunder.
Ini adalah kondisi di mana pasangan yang sebelumnya pernah hamil dan melahirkan secara alami, kini mengalami kesulitan untuk hamil kembali setelah mencoba setidaknya satu tahun (atau 6 bulan jika usia istri di atas 35 tahun).
Mengapa tubuh bisa berubah? Berikut adalah 5 alasan medis utama penyebab sulit hamil anak kedua:
1. Faktor Usia (Mesin Waktu Biologis)
Ini adalah penyebab nomor satu. Coba hitung selisih waktu antara kelahiran anak pertama dengan saat Anda mencoba promil anak kedua sekarang.
Jika anak pertama Anda kini berusia 5 tahun, artinya usia ovarium (indung telur) Anda juga sudah bertambah 5 tahun. Dalam dunia fertilitas, usia wanita sangat krusial. Penurunan kualitas dan jumlah sel telur (Ovarian Reserve) terjadi secara alami dan drastis, terutama setelah usia 35 tahun. Kesuburan Anda saat ini tidak sama dengan kesuburan Anda lima tahun yang lalu.
2. Bekas Luka Operasi Caesar (Isthmocoele)
Bagi ibu yang melahirkan anak pertama melalui operasi Caesar (Sesar), ada risiko terbentuknya jaringan parut atau kantung kecil di bekas sayatan rahim yang disebut Isthmocoele.
Kantung cacat bekas luka ini bisa menampung cairan atau darah haid lama yang bersifat racun bagi sperma dan embrio. Selain itu, peradangan di area ini bisa mengganggu proses penempelan (implantasi) embrio. Inilah mengapa pemeriksaan USG Transvaginal sangat penting untuk mengecek kondisi rahim pasca-caesar.
3. Perubahan Gaya Hidup dan Berat Badan
Hidup dengan satu anak tentu berbeda dengan saat masih berdua saja. Kurang tidur karena mengurus anak, stres pekerjaan yang meningkat, hingga pola makan yang tidak teratur seringkali memicu gangguan hormon.
Selain itu, kenaikan berat badan pasca melahirkan yang belum kembali normal (obesitas) atau justru terlalu kurus karena kelelahan, dapat mengganggu ovulasi. Hormon yang tidak seimbang membuat sel telur tidak matang atau haid menjadi tidak teratur.
4. Masalah Baru pada Suami (Faktor Sperma)
Ingat, infertilitas bukan hanya urusan wanita. Kualitas sperma suami juga bisa berubah seiring waktu.
Kebiasaan merokok, kurang olahraga, penyakit penyerta (seperti diabetes atau hipertensi), hingga penambahan usia pada suami dapat menurunkan kualitas sperma secara signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu. Sperma yang dulu “juara”, bisa jadi sekarang mengalami penurunan jumlah atau pergerakan yang membuatnya sulit membuahi.
5. Masalah Medis yang Muncul Belakangan
Ada kemungkinan gangguan kesuburan baru muncul setelah kehamilan pertama.
-
Sumbatan Tuba: Infeksi panggul yang terjadi setelah melahirkan bisa menyebabkan saluran tuba tersumbat tanpa gejala.
-
Miom atau Polip: Benjolan di rahim ini bisa tumbuh membesar seiring berjalannya waktu dan usia, yang kemudian menghalangi kehamilan kedua.
Kesimpulan
Memiliki riwayat “pernah hamil” memang membuktikan bahwa sistem reproduksi Anda pernah bekerja dengan baik, tetapi itu bukan jaminan kesuburan abadi. Tubuh manusia berubah dinamis seiring waktu.
Jika Anda sedang berjuang menghadirkan adik untuk si Kecil dan belum berhasil selama 6-12 bulan, jangan anggap remeh. Segera lakukan evaluasi kesuburan sekunder di Nusraya Fertility Center. Kami akan membantu mencari “batu sandungan” tersebut dan menyingkirkannya agar kebahagiaan keluarga Anda semakin lengkap.