Sudah Punya Anak tapi Sulit Hamil Lagi? Kenali Penyebab Infertilitas Sekunder dan Solusinya
Ditulis oleh: Digital Marketing Nusraya Fertilty Center
Ditinjau secara medis oleh: dr. Amelia Abdullah, Sp.OG, M.Kes
Banyak pasangan suami istri merasa bahwa perjalanan menuju kehamilan kedua akan jauh lebih mudah daripada yang pertama. Logikanya, jika sebelumnya pernah berhasil hamil dan melahirkan secara normal, tentu tubuh tidak memiliki masalah kesuburan, bukan?
Sayangnya, realitas di lapangan sering kali berbeda. Banyak Mom & Dad yang justru harus menunggu bertahun-tahun, namun adik yang dinantikan untuk si kecil belum kunjung hadir. Dalam dunia medis, kondisi kesuburan yang menurun setelah sebelumnya pernah memiliki anak dikenal dengan istilah infertilitas sekunder.
Kondisi ini sering kali menimbulkan kebingungan dan rasa bersalah yang besar. Nah, agar Mom & Dad tidak lagi menebak-nebak, yuk pahami lebih dalam mengenai apa itu infertilitas sekunder, faktor penyebab, hingga solusi medis yang bisa ditempuh.
Apa Itu Infertilitas Sekunder?
Infertilitas sekunder adalah kondisi ketika pasangan suami istri kesulitan untuk hamil kembali atau mempertahankan kehamilan (mengalami keguguran berulang), padahal sebelumnya mereka sudah pernah melahirkan anak kandung secara normal tanpa bantuan program kesuburan.
Secara medis, pasangan dikatakan mengalami kondisi ini jika sudah aktif berhubungan intim secara teratur tanpa kontrasepsi selama:
- 12 bulan (1 tahun) bagi Mom yang berusia di bawah 35 tahun.
- 6 bulan bagi Mom yang sudah berusia 35 tahun atau lebih.
Satu hal yang perlu dipahami, kesuburan manusia itu bersifat dinamis. Kondisi tubuh kita saat kehamilan pertama belum tentu sama dengan kondisi tubuh saat ini. Seiring berjalannya waktu, ada banyak faktor internal maupun eksternal yang dapat memengaruhi sistem reproduksi.
Mengapa Bisa Terjadi?
Mengatasi infertilitas sekunder membutuhkan kerja sama tim antara suami dan istri. Sebab, penurunan tingkat kesuburan bisa terjadi pada pihak Mom, pihak Dad, atau bahkan kombinasi keduanya. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:
1. Faktor Usia Mom yang Bertambah
Ini adalah faktor yang paling umum terjadi, terutama jika jarak (gap) usia dengan anak pertama cukup jauh. Wanita lahir dengan jumlah sel telur yang terbatas. Seiring bertambahnya usia—terutama setelah melewati umur 35 tahun—kuantitas (cadangan) dan kualitas sel telur akan menurun secara signifikan, sehingga sperma lebih sulit melakukan pembuahan.
2. Perubahan Kondisi Reproduksi pada Mom
Beberapa masalah kesehatan reproduksi bisa saja baru muncul atau memburuk setelah kehamilan pertama, di antaranya:
- Gangguan Ovulasi: Munculnya kondisi seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau ketidakseimbangan hormon yang membuat sel telur tidak matang sempurna.
- Penyumbatan Saluran Tuba (Tuba Falopi): Bisa disebabkan oleh infeksi panggul atau adanya jaringan parut pasca-operasi melahirkan (seperti operasi caesar) anak pertama.
- Endometriosis atau Miom: Pertumbuhan jaringan dinding rahim di luar tempatnya atau adanya tumor jinak (miom) yang dapat mengganggu proses penempelan janin.
3. Penurunan Kualitas Sperma Dad
Jangan keliru, masalah kesuburan tidak hanya berpusat pada wanita. Faktanya, sepertiga kasus infertilitas bersumber dari pria. Kualitas, jumlah, dan pergerakan (motilitas) sperma Dad bisa mengalami penurunan seiring bertambahnya usia, paparan panas berlebih, stres kerja, hingga berkembangnya kondisi medis baru seperti varikokel (varises pada buah zakar).
4. Perubahan Gaya Hidup dan Faktor Stres
Pola hidup setelah memiliki anak pertama sering kali berubah total. Kurang tidur karena mengasuh anak, perubahan berat badan yang signifikan (obesitas atau terlalu kurus), pola makan yang kurang bernutrisi, hingga tingkat stres yang lebih tinggi dalam mengelola rumah tangga dan pekerjaan berpotensi besar mengacaukan sistem hormon reproduksi Mom & Dad.
Kapan Mom & Dad Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Jangan menunggu terlalu lama dengan harapan “keajaiban akan datang dengan sendirinya” jika parameter waktunya sudah terpenuhi. Semakin cepat memeriksakan diri ke klinik kesuburan, semakin besar pula peluang keberhasilan program hamil anak kedua yang akan dijalani.
Jika Mom berusia di bawah 35 tahun dan sudah mencoba selama 1 tahun, atau berusia di atas 35 tahun dan sudah mencoba selama 6 bulan namun belum berhasil, itulah waktu yang tepat untuk mencari bantuan profesional.
Solusi Medis untuk Mengatasi Infertilitas Sekunder
Langkah pertama dan paling krusial untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan melakukan screening atau pemeriksaan kesuburan dasar secara bersamaan (berpasangan). Dokter spesialis akan melakukan serangkaian evaluasi, seperti:
- Untuk Mom: USG Transvaginal untuk melihat rahim dan sel telur, serta pemeriksaan hormon atau HSG untuk mengecek saluran tuba.
- Untuk Dad: Analisis sperma di laboratorium untuk melihat jumlah dan kualitas sperma.
Setelah akar masalahnya ditemukan, dokter akan merekomendasikan program hamil anak kedua yang paling sesuai dengan kondisi Mom & Dad. Solusinya bisa berkisar dari terapi hormon, penanganan medis minimal invasif, Inseminasi Buatan (IUI), hingga program Bayi Tabung (IVF).
Optimalkan Peluang Hamil Anak Kedua Bersama Nusraya Fertility Center
Menghadapi infertilitas sekunder mungkin terasa membingungkan, terlebih karena Mom & Dad pernah berhasil sebelumnya. Namun, ingatlah bahwa mencari jawaban medis bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah paling bijak demi memberikan adik bagi si kecil.
Di Nusraya Fertility Center, kami memahami bahwa setiap perjalanan kesuburan memiliki cerita dan tantangan tersendiri. Didukung oleh tim dokter spesialis berpengalaman, fasilitas laboratorium modern, serta pendekatan penanganan yang personal (tailored-made), kami siap mendampingi Mom & Dad menemukan solusi terbaik dari hulu ke hilir.
Jangan biarkan waktu berharga berlalu begitu saja. Mari lengkapi kembali kebahagiaan dan tawa di rumah Anda.
Kunjungi kami di: 📍 Lantai 1 RSIA Paramount, Jl. A. P. Pettarani No. 82, Makassar 📞 WhatsApp: 0811 4770 8882🌐 Instagram: @nusrayaivfmakassar