Tips Puasa Saat Sedang Promil
Written by : Digital Marketing Nusraya Fertility Center
Menjalani program hamil (promil) di bulan puasa sama sekali bukan halangan, melainkan momen emas untuk mereset metabolisme tubuh yang justru dapat meningkatkan peluang kehamilan. Banyak pasangan pejuang garis dua merasa ragu dan khawatir bahwa puasa akan menurunkan tingkat kesuburan akibat berkurangnya asupan makanan, atau takut tindakan medis akan membatalkan ibadah. Faktanya, penurunan kesuburan bukan disebabkan oleh puasanya, melainkan karena malnutrisi. Selama nutrisi saat sahur dan berbuka terpenuhi, ibadah puasa dan ikhtiar memiliki buah hati dapat berjalan beriringan dengan sangat optimal.
Fakta Medis: Puasa Membantu “Mereset” Kesuburan Pria dan Wanita
Secara medis, berpuasa membawa dampak positif yang signifikan bagi kesehatan reproduksi. Menurut dr. Astra Budiati Nusrat, Sp.OG dari Nusraya Fertility Center, puasa membantu tubuh mengurangi tingkat stres oksidatif dan menurunkan faktor peradangan (inflamasi). Selain itu, puasa memicu proses autofagi, yaitu cara alami tubuh membuang sel-sel yang rusak dan menggantinya dengan sel baru yang lebih sehat.
Bagi wanita, khususnya penderita Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), puasa terbukti mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengatasi kelebihan hormon androgen (hiperandrogenisme) yang sering menjadi pemicu sulit hamil. Sementara bagi pria, studi menunjukkan bahwa pola makan layaknya berpuasa dapat membantu memperbaiki tingkat keasaman (pH), daya hidup (viability), hingga pergerakan (motility) sperma. Puasa juga efektif membakar lemak berlebih yang kerap menjadi penyebab gangguan hormon pada kesuburan pria maupun wanita.
Prosedur Medis Promil Tidak Membatalkan Puasa
Terkait kekhawatiran batalnya puasa akibat tindakan medis klinis, Moms dan Dads kini bisa bernapas lega. Prosedur diagnostik seperti pemeriksaan USG transvaginal sama sekali tidak membatalkan puasa karena tidak tergolong proses makan, minum, atau hubungan biologis. Begitu pula dengan penyuntikan hormon untuk program IVF (bayi tabung) yang disuntikkan di bawah kulit atau otot; tindakan ini aman dilakukan di siang hari karena nutrisi tidak masuk melalui saluran cerna. Penyesuaian jadwal hanya berlaku untuk pengambilan sampel analisa sperma yang mengharuskan masturbasi. Hal ini dapat dengan mudah dijadwalkan ulang pada malam hari setelah Dads berbuka puasa.
Kunci Sukses: Atur Nutrisi, Jadwal Obat, dan Olahraga
Keberhasilan promil di bulan Ramadan sangat bergantung pada manajemen gaya hidup. Penting untuk diingat bahwa puasa tidak akan mengganggu kesuburan selama Anda tidak mengalami kekurangan gizi. Pilihlah menu bergizi seimbang dan hindari makanan dengan indeks glikemik tinggi (seperti gorengan berlebih dan pemanis buatan) saat berbuka agar kualitas sel telur dan sperma tetap terjaga.
Bagi pasien yang memiliki jadwal minum obat tiga kali sehari, waktunya dapat digeser dengan aman menjadi: saat sahur, saat berbuka puasa, dan sesaat sebelum tidur. Jangan lupa untuk tetap aktif menjaga kebugaran melalui olahraga ringan seperti jalan cepat atau yoga, yang idealnya dilakukan sekitar 30 menit sebelum waktu berbuka puasa.
Kesimpulan
Bulan suci Ramadan bukanlah waktu untuk menunda impian mendapatkan keturunan. Berpuasa justru memberikan manfaat luar biasa dalam memperbaiki metabolisme, menyeimbangkan hormon, dan meningkatkan kualitas sel reproduksi. Selama asupan gizi tetap dijaga, tingkat stres dikelola dengan baik (tetap happy!), dan jadwal tindakan klinis dikoordinasikan dengan dokter, perjalanan promil Anda akan tetap berjalan lancar tanpa harus mengorbankan ibadah.
Konsultasikan penyesuaian jadwal promil, nutrisi, serta kondisi kesehatan reproduksi Anda selama bulan puasa secara personal bersama para ahli di Nusraya Fertility Center.
📍 Lokasi Kami: Nusraya Fertility Center RSIA Paramount Lantai 1, Jl. A. P. Pettarani No. 82, Makassar.
